Kilas Balik Sejarah KPMJB MESIR - 17 December 2009 - kpmjb official website
Saturday
2016-12-03
9:58 AM
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Search
Calendar
«  December 2009  »
SuMoTuWeThFrSa
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031
Entries archive
Site friends
  • Create your own site
  • My site
    Main » 2009 » December » 17 » Kilas Balik Sejarah KPMJB MESIR
    7:42 AM
    Kilas Balik Sejarah KPMJB MESIR

    Pendirian


    Dengan kian banyaknya warga negara Indonesia yang datang ke Mesir untuk menuntut ilmu, maka warga masyarakat Jawa Barat yang berada di Mesir berinisiatif untuk membuat ikatan masyarakat se-Jawa Barat dengan tujuan untuk membantu Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Mesir dalam mengurus kedatangan pelajar/mahasiswa khususnya yang datang dari Jawa Barat.
    Dengan adanya rasa kebersamaan sebagai orang Jawa Barat, dan sebagai refleksi keakraban serta kekompakan dalam meraih kesuksesan yang dicita-citakan, maka – tepatnya – tanggal 10 November 1977 para senior mahasiswa Jawa Barat mendirikan Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat (KPMJB). Para mahasiswa Jawa Barat yang mencetuskan ide pendirian KPMJB saat itu antara lain :

    1. A.Dudung Halim, MA Tasikmalaya
    2. A.Abdul Latief, Lc Bandung
    3. Endang Yusuf, Lc Garut
    4. Sulaeman, Lc Tanggerang
    5. Abu Bakar, Lc Gorontalo
    (Yang terakhir ini menikah dengan Ibu Kokom Komariah dari Garut)
    Inisiatif Pendirian KPMJB
    Selain dalam rangka membantu PPI-Mesir, organisasi ini diadakan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan ukhuwah kekeluargaan dikalangan warga Jawa Barat dalam berinteraksi dengan sesama masyarakat Indonesia di Mesir. Kesuksesan studi formal dan sosial melalui organisasi kekeluargaan yang berorientasi pada empat hal pokok : Kekeluargaan, pndidikan, sosial dan dakwah. Dan berdirinya organisasi kekeluargaan ini sama sekali bukanlah untuk menumbuhkan rasa kesukuan dikalangan warga Jawa Barat dalam berinteraksi dengan sesama masyarakat Indonesia di Mesir.
    Ide Penamaan
    Perkumpulan orang Jawa Barat ini memilih nama kekeluargaan dan kemasyarakatan dengan tujuan agar mereka yang tergabung didalamnya tidak merasa canggung lagi saat terjun di masyarakat serta tidak menjadi asing di kampung halamannya sendiri kelak. Serta diharapkan agar ketika mereka pulang ke tanah air, mereka tidak melupakan Tri Dharma perguruan tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian).
    Seperti halnya organisasi sosial mahasiswa Indonesia lainnya, KPMJB tidak memiliki hubungan formal birokratif dengan nama daerah atau wilayah yang disandangnya. Kalimat "Jawa Barat” yan disandangnya semata-mata digunakan sebagai ikatan lokal yang sudah lazim dipergunakan di negara kita. Lebih dari itu, nama ini pulalah yang telah membentuk sebuah sikap kekeluargaan, karena latar belakan dan adat istiadat yang sama sehingga menjadi wahana strategis untuk menumbuhkan sikap sauyunan dalam segala aspek hidup beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Disamping itu, juga menjadi masukan utama dalam upaya menyusun strategi dakwah Islam.


    Perkembangan KPMJB


    Pada awal berdirinya, KPMJB hanya merupakan nomaden dari apartemen ke apartemen dan dimulai pada periode kepengurusan ketiga, tepatnya pada tahun 1984 pada masa kepengurusan Sibli Wardi, MA, dengan mengingat semakin bertambahnya anggota, KPMJB mulai memiliki sekertariat yang saat itu bertempat di Building 26 lantai 9 Hedr el-Thony St. Nasr City Cairo. Pada saat itu KPMJB beranggotakan sekitar 60 (enam puluh) orang.
    Setelah dua belas kali mengalami pergantian kepengurusan sejak berdirinya, KPMJB tetap memegang misi utamanya yaitu : "Perwujudan organisasi sebagai wahana aspirasi dan pelatihan anggota dalam kegiatan pendidikan sosial dan dakwah Islamiyah”. Adalah sudah barang tentu, ini diupayakan dalam rangka melatih dan mempersiapkan sumber daya manusia yang kelak diharapkan mampu berperan serta dalam pembangunan umat di segala aspeknya ke arah terwujudnya idealisme di atas itulah maka refleksi ukhuwah islamiyah, bantu membantu menjadi syarat utama.
    Sampai usianya yang ke-24, KPMJB telah mengalami 12 kali pergantian kepemimpinan yaitu :

    1. Periode 1977 - 1980 : A. Dudung Abdul Halim, MA.
    2. Periode 1980 - 1984 : Shalahuddin FA, Lc.
    3. Periode 1984 - 1986 : Sibli Wardi, MA.
    4. Periode 1986 - 1988 : Drs. Jahruddin Thahir Tamimi, Lc.
    5. Periode 1988 - 1990 : Hilmanuddin, MA.
    6. Periode 1990 - 1992 : Ahmad Adria, Lc.
    (pada masa ini terjadi pergantian kepemimpinan dikarenakan yang bersangkutan pulang ke tanah air dan diteruskan oleh ketua I : Jeje Turmudzi, Lc.)
    7. Periode 1992 - 1994 : Tantan Taqiyuddin, Lc.
    8. Periode 1994 - 1995 : Abdul Rauf Sumatra, Lc.
    (mulai pada periode ini masa jabatan kepengurusan KPMJB diperpendek menjadi 1 (satu) tahun)
    9. Periode 1995 - 1997 : Deden Ramadhan Adinata
    (kepengurusan pada periode ini terpaksa diperpanjang karena mengikuti program Universitas Al-Azhar yang merubah sistem ujiannya menjadi per semester)
    10. Periode 1997 - 1998 : Dede Husaini Komaruddin
    11. Periode 1998 - 1999 : Utep Ruhiat
    12. Periode 1999 - 2000 : Abdullah Fikri Basya
    13. Periode 2000 - 2001 : Dadang Ridwan


    Prestasi anggota KPMJB


    Jumlah anggota KPMJB yang terdata dari awal berdirinya hingga kini hampir mencapai 1000 orang dan yang telah menyelesaikan pendidikannya pada tingkat under graduate (S1) berjumlah ± 300 orang sedangkan yang telah menyelesaikan pendidikannya pada tingkat post graduate berjumlah 17 orang; S2 sebanyak 15 orang dan S3 sebanyak 2 orang. Adapun anggota KPMJB yang telah menyelesaikan program S3-nya ialah : Dr.Ahmad Syatori dan Dr.Surahman Hidayat.
    Sedikitnya jumlah anggota KPMJB yang berprestasi dalam bidang akademik sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama faktor biaya yang terkadang mengurangi semangat untuk berprestasi. Sehingga pada tahun 80-an jarang sekali mahasiswa anggota KPMJB yang mampu menyelesaikan program S1-nya dalam waktu 4 tahun. Dan banyak pula di antara mereka – dikarenakan faktor biaya ini – yang pergi ke Saudi Arabia disamping untuk menunaikan ibadah haji juga sambil mencari bekal bagi kehidupan belajar di Mesir. Hingga tak sedikit yang terpaksa meninggalkan ujian perkuliahan.
    Alhamdulillah, pada tahun 90-an prestasi anggota KPMJB cukup menggembirakan. Dari 265 anggota yang tercatat dari tahun 1990 - 1998, 40 orang di antaranya telah menerima beasiswa ICMI dan sebagian besar lainnya menerima beasiswa dari Al-Azhar dan Majelis A’la Al-Islamy. Hampir 20 anggota KPMJB saat ini tengah menempuh jenjang S2 di Universitas Al-Azhar, Zamalek dan Cairo. Dan 4 orang tengah menyelesaikan jenjang S3 di Universitas Al-Azhar. Dari jumlah tersebut sekitar 95 % berdomisili di Kairo, sedang sisanya tersebar di berbagai propinsi di luar Kairo.
    Yang perlu dicatat, bahwa peran KPMJB dalam menunjang prestasi keberhasilan anggotanya sangatlah besar, hal ini dibuktikan oleh mereka yang telah kembali ke tanah air dalam rangka mengamalkan ilmu dan pengalaman mereka di berbagai balai pendidikan, pondok pesantren, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan hingga ke perguruan tinggi. Ini semua merupakan aset besar dalam upaya mencerdaskan bangsa dan mengisi kemerdekaan Indonesia yang kita cintai ini.

    Aktifitas Anggota

    Kegiatan latihan retorika merupakan acara mingguan yang selalu menghangatkan suasana masyarakat Jawa Barat di Mesir ini, ditambah dengan kegiatan latihan membaca koran bahasa Arab dan Inggris, bedah buku, diskusi, dan yang tak kalah penting adalah bimbingan muqarrar (diktat kuliah) untuk mengantarkan anggota hingga dapat sukses di bidang akademis. Sejak awal tahun 90-an, kegiatan KPMJB mengalami kemajuan yang pesat. Jenis kegiatan mulai saat itu tidak terbatas pada acara pidato dan lagihan bimbingan bahasa Arab saja, akan tetapi ditambah dengan kegiatan lainnya, seperti : pelatihan kepemimpinan, pelatihan jurnalistik, orientasi mahasiswa baru, kursus bahasa Perancis, bahkan pada masa kepemimpinan Abdul Rauf Sumatra, Lc, pada tahun 1995, KPMJB mampu menerbitkan buletin MANGGALA sebagai wahana informasi dan silaturahmi yang sekaligus merupakan ciri khas seorang insan akademis. Kemudian pada masa kepemimpinan Deden Ramadhan Adinata, KPMJB menerima sumbangan satu set komputer dari Bapak Ukman Sutarya, Wakil Gubernur Jawa Barat, sehingga kegiatan anggota pun bertambah satu lagi yaitu : Kursus Komputer dengan program-program yang penting baik untuk menulis makalah atau pembuatan bulletin.
    Di bidang olah raga, warga KPMJB telah lama aktif di sebuah wadah perkumpulan olah raga yang dimiliki oleh warga Jawa Barat, yang dinamakan Siliwangi Sport Club (SSC). Perkumpulan ini berbentuk independen dan didirikan tidak lama setelah berdirinya KPMJB.
    Cabang olah raga yang paling bergengsi dan paling banyak diminati oleh para mahasiswa adalah cabang sepak bola. Sesuai dengan cabang olah raga yang banyak diminati oleh para penduduk pribumi di sini.
    Untuk cabang olah raga yang satu ini, Siliwangi Sport Club selalu aktif mengikuti berbagai kejuaraan baik yang diadakan oleh mahasiswa Indonesia, seperti : Indonesia Games atau Indonesian Cup dan Asean Cup, maupun yang diadakan oleh mahasiswa dari negara lain baik sesama negara Asia atau pun belahan dunia lainnya.

    Views: 4950 | Added by: fajar | Rating: 0.0/0
    Total comments: 0
    Name *:
    Email *:
    Code *: