KPMJB dan kemandirian Organisasi - 26 January 2010 - kpmjb official website
Saturday
2016-12-03
9:57 AM
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Search
Calendar
«  January 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31
Entries archive
Site friends
  • Create your own site
  • My site
    Main » 2010 » January » 26 » KPMJB dan kemandirian Organisasi
    9:02 AM
    KPMJB dan kemandirian Organisasi

    Mengawali tulisan sederhanan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada suara PPMI atas kepercayaan yang diberikan berupa permintaan tulisan bertemakan "KPMJB Sebagai Organisasi Kekeluargaan Yang Mandiri” ini. Kesempatan yang patut penulis sendiri syukuri sebagai salah satu wujud silaturahmi antar organisasi, khususnya organisasi induk PPMI dan organisasi kekeluargaan yang mewakili masisir dari sabang sampai merauke.

    Tanggal 10 November 2008 usia organisasi KPMJB –selanjutnay disebut paguyuban- genap menjadi 31 tahun. Terasa ataupun tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Secara psikologis, usia 31 tahun adalah fase kematangan hidup seseorang, baik dalam pencarian jati diri, identitas, eksistensi ataupun pengalaman hidup. Karenanya, dalam usia ini digolongkan sebagai usia cukup dewasa.

     Disebutkan dalam muqoddimah AD ART KPMJB bahwa paguyuban berdiri untuk membantu PPMI sebagai organisasi induk masisir, dan sebagai wahana silaturahmi antara anggota warga Jawa Barat. Dengan kata lain keberadaan KPMJB adalah sebagai salah satu komponen penunjang kesuksesan kinerja PPMI, dan keberhasilan masisir secara makro, karena warga paguyuban adalah anggota PPMI. Oleh Karena itu keberadaan setiap kekeluargaan adalah untuk kesuksesan bersama masisir dalam berbagai aspek kehidupan terutama akademis dan kesejahteraan mahasiswa, tak lupa pula mahasiswi.

    Hal ini erat kaitannya dengan misi Paguyuban sendiri. Yaitu, perwujudan organisasi sebagai wahana aspirasi dan pelatihan anggota dalam lingkup kegiatan pendidikan, sosial, budaya dan dakwah Islamiyyah. Terlepas dari keberadaan Paguyuban dengan pemerintahan yang ada di Jawa Barat, yang tidak memiliki hubungan ‘formal birokratis’ secara de jure. Namun, secara de facto, bahwa komunitas warga Jawa Barat yang ada di Mesir ini merupakan aset masa depan dalam memajukan Jawa Barat . Baik berperan aktif dalam memajukan Jawa Barat melalui pranata sosial kebudayaan, atau jalur keagamaan (baca : dakwah Islamiyyah), atau peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, bahkan tidak menutup kemungkinan lewat jalur birokrat, atau lewat jalur yang lainnya.

    Sesuai dengan misi yang diemban, Paguyuban dengan segenap perangkat yang ada berada dalam posisi strategis dan mempunyai peranan penting dalam pemberdayaan minat dan potensi anggota. Baik potensi intelektual (ranah pemikiran), gairah berorganisasi, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

    Untuk periode tahun ini, setidaknya terdapat tiga hal pokok yang akan diusahakan, yaitu: Pertama, peningkatan kualitas akademis dan intelektual. Kedua, peningkatan hubungan sosial-budaya dan kemasyarakatan. Ketiga, optimalisasi kinerja organisasi.

    1.        Peningkatan Kualitas akademis dan Intelektual

    Menjadi sebuah kewajiban bagi Paguyuban untuk senantiasa mampu memberdayakan potensi intelektual anggota. Yang merupakan rangkaian dari sekian proses yang mesti dilalui, seperti, 1) merangsang minat dan bakat keilmuan anggota, 2) mengakomodasi potensi intelektual anggota, dan 3)  mengarahkan potensi yang ada ke arah yang lebih inovatif, kreatif dan dinamis.

    Dalam hal ini, ada beberapa hal yang menjadi acuan dan dijabarkan dalam program kerja nyata diantaranya :

    1. Peningkatan prestasi akademik warga, dengan mengadakan MS (Muqoror Society), dan bekerjasama dengan PPMI, Senat, AsSyatibi, juga kekeluargaan yang lain untuk mengadakan fushul Taqwiyah sesuai dengan hasil lokakarya tahun ini di Cairo.
    2. Menggairahkan wacana pemikiran, dengan mengadakan kajian-kajian regular, dan juga dengan bekerjasama dengan lembaga lain untuk mengadakan seminar ilmiah.
    3. Kodifikasi hasil-hasil diskusi,cerpen, dan karya lainnya dengan menerbitkan buku karya tulis ilmiah anggota yang potensial ataupun buku kumpulan cerpen.
    4. Optimalisasi skill bahasa, dengan mentatbiqan bahasa arab sebagai bahasa administrasi dan bahasa harian dua hari dalam seminggu.
    5. Optimalisasi skill jurnalistik (tulis-menulis) dan Terjemah, dengan mengadakan pelatihan menulis dan mendatangkan penulis handal warga KPMJB diantaranya Ust. Udo Yamin Effendi.
    6. peningkatan semangat baca, dengan mengadakan "komunitas kutu buku”, dimulai dari pengurus sendiri, minimal sebelum tidur diadakan diskusi bersama membicarakan hasil bacaan sehari penuh.
    7. Menggalakan budaya tahfidz Quran dengan mengadakan program Tahfidz intensif di bawah naungan Dep.Kaderisasi dan bekerjasama dengan Al-Quran Community Zaqaziq.

     

    2.              peningkatan hubungan sosial-budaya dan kemasyarakatan

    Sebagai organisasi yang berbasis cultur domain, keharmonisan serta jalinan komunikasi yang aktif dengan warga Paguyuban menjadi bagian tak terpisahkan. Adanya jargon ‘dari anggota - oleh anggota - untuk anggota’ sudah seharusnya menjadi trade mark kerja Paguyuban.

    Dalam hal ini, ada beberapa hal yang perlu dikembangkan diantaranya :

    1. Peningkatan jalinan silaturahmi (ukhuwah) dengan warga dan sesepuh, dengan mengadakan turba dan buka bersama sesepuh selama bulan Ramadhan, dan acara masif yang bersifat keleluargaan seperti open house.
    2. Pelengkapan data anggota
    3. Membuat pos-pos jaringan informasi dan komunikasi warga
    4. Optimalisasi pengurusan Zakat, Infaq, Wakaf dan Shodaqoh
    5. Optimalisasi potensi seni budaya dan olah raga
    6. Pengoptimalan Teknologi dan Informasi, dengan Pemanfaatan teknologi sebagai sarana edukasi, komunikasi dan informasi 

    3.        Optimalisasi Kinerja Organisasi

    Adapun aplikasi dari pemantapan kinerja organisasi sekarang, terwujud ke dalam se buah wujud adanya 1) profesionalisme dalam berkarya, 2) peningkatan kinerja dalam bentuk spesialisasi bidang garapan, dan 3) penambahan karya yang berkualitas.

    Dalam hal ini, optimalisasi kinerja organisasi meliputi unsur seperti :

    1. Konsolidasi internal DP-KPMJB, dengan mengadakan "hari DP Sauyunan” merupakan tempat sesame pengurus untuk sharing dan saling menasehati satu sama lain.
    2. Peningkatan jalinan network organisasi, Alhamdulilah sudah ada dua anggota yang baru mendapatkan minhah dari WAMY atas muwafaqoh KPMJB. Semoga tahun ini permohonan beasiswa S2 ke PEMDA JABAR bisa teraksana.
    3. Pemberdayaan aset-aset organisasi berupa Rumah Daerah Pasangrahan JABAR, Alat-alat Musik: Gamelan, Calung.

     Ramadhan Bersama Paguyuban

                    Di bulan Ramadhan tahun ini KPMJB mengadakan berbagai kegiatan dan acara massif, diantaranya: Dialog santai bersama Aa Dym dengan mendatangkan Dubes RI, A.M Fachir dan peraih mumtaz Abu Nashor  pada tanggal 2 september 2008. Dan ada juga Dialog ilmiah ilmu falak bersama Ust Aang As’ari tanggal 10 september 2008. Disusul dengan Dialog Fiqh Shiam pada tanggal 16 september 2008 bersama Ust. Aep Saepullah S.Ag dan dilanjutkan dengan ceramah nuzulul Quran. Kegiatan lainnya adalah Tahfizul Quran intensif setiap hari ba’da subuh, dan Ta’jil bersama setiap hari terbuka untuk umum dengan sponsor salah satu sesepuh yang tidak bisa kami sebutkan namanya. Dam semua rangkaian kegiatan selama Ramadhan ini dibungkus dalam acara "Ramadhan Bersama Paguyuban” dan akan diakhiri dengan "Lebaran bersama Paguyuban” tanggal 1 Syawal ini.

     

    Satu hal perlu ditegaskan bahwa kemandirian organisasi bukan berarti terbebasnya organisasi dari kerjasama dengan lembaga lain, justru sebaliknya. Organisasi selayaknya bisa mengadakan jalinan yang harmonis satu sama lain, dengan demikian akan tercipta suatu hubungan yang mutualisme antara organisasi. Dan organisasi akan menjadi sarana seseorang untuk bisa menggali jati diri, meraih prestasi, dan belajar menemukan solusi dari permasalah yang dihadapi.

     

    Terakhir semoga Organisasi masisir yang beragam ini mampu menemukan tugas dan tujuan masing-masing, dalam artian semoga kedepan ada konsep jelas dari siapapun untuk mengarahkan organisai kepada rel nya masing-masing, misalkan kekeluargaan untuk optimalisasi mengayomi anggota, senat dan study center untuk optimalisasi pretasi akademik masisir, almamater mendukung penuh kinerja kekeluargaan dan PPMI, sehingga tidak terjadi timpang tindih kegiatan yang sama pada waktu yang sama namun dilaksanakan oleh organisasi yang berbeda, dan yang paling menyedihkan panitianya itu-itu juga.

    oleh : Yopi Nurdiansyah Lc
    Views: 1174 | Added by: fajar | Rating: 0.0/0
    Total comments: 0
    Name *:
    Email *:
    Code *: