Rahasia di Balik Puasa Oleh: Muhammad Shofwan - Lenyepaneun - Manggala Online - kpmjb official website
Saturday
2016-12-03
9:57 AM
Section categories
Analisa [3]
Arabiatuna [1]
Barakatak [2]
Cerpen [1]
Figura [2]
Lenyepaneun [1]
Lintas Budaya [4]
Paguyuban [10]
Resensi [4]
Salam Rumpaka [2]
Serial Kampus [3]
Sorotan Utama [1]
Keputrian [3]
Warta Kita [2]
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Search
Site friends
  • Create your own site
  • My site
    Main » Articles » Lenyepaneun

    Rahasia di Balik Puasa Oleh: Muhammad Shofwan

    Puasa membentuk manusia menjadi hamba Allah yang bertakwa. Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183). Puasa juga membersihkan jiwa dari noda-noda kebakhilan, melembutkan hati, menyuburkan sikap toleransi, dan rasa kasih sayang terhadap sesama.

    Selain itu, kalau ditilik dari segi kesehatan, puasa memiliki efek yang sangat luar biasa. Rasulullah Saw. bersabda, “Berpuasalah, maka kalian akan sehat.” Jika kita jabarkan hadis tersebut, idealnya terangkum dalam beberapa poin:

    Pertama, puasa dapat mempertajam akal pikiran. Makan yang berlebihan menciptakan suatu kondisi yang mirip dengan kondisi kemabukan dalam diri seseorang, yang dapat memperlambat kemampuan berpikir, sehingga mengurangi semangat dalam menjalani kehidupannya.

    Kedua, rekonstruksi sel-sel tubuh. Pada saat puasa, sel-sel terbentuk kembali setelah melalui proses pencernaan, kemudian disalurkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sel-sel tubuh. Dengan demikian, sel-sel tubuh kembali terbentuk dengan merenovasi strukturnya dan meningkatkan fungsinya, hingga menghasilkan kesehatan, pertumbuhan, dan kenyamanan bagi tubuh manusia. Demikian yang dinyatakan oleh Dr. ‘Abdul Jawwad Ash-Shawi.

    Ketiga, pembersihan tubuh dari racun. Pada saat berpuasa lemak-lemak yang tersimpan di dalam tubuh dipindahkan ke hati, kemudian dioksidasi dan dimanfaatkan oleh hati, yang kemudian mengeluarkan racun-racun yang meleleh di dalamnya; kandungan racunnya dimusnahkan bersama kotoran-kotoran tubuh.

    Dr. Ahmad Qadhi, seorang peneliti pengobatan Islami dari Amerika, menyatakan, “Puasa itu mengandung faidah-faidah kesehatan terhadap sistem kekebalan, sistem sirkulasi darah dan jantung, sistem pencernaan, sistem reproduksi dan sistem urinary (air seni).

    Jika ditinjau dari segi kejiwaan dan sosial, puasa dapat membiasakan kita untuk menjadi pribadi yang sabar, menguatkan kemauan dalam kebaikan, mengajari dan membantu bagaimana menguasai diri, serta mewujudkan dan membentuk ketakwaan yang kokoh dalam diri.

    Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya "Al-'Ibadah fil Islam" mengungkapkan ada lima rahasia puasa:

    Menguatkan jiwa; dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat.

    Mendidik kemauan; puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan.

    Menyehatkan badan; puasa yang baik dan benar akan memberikan pengaruh positif bagi kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah Saw., tapi dibuktikan oleh dokter dan ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukan lagi akan manfaat puasa. Perut memang perlu diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk, sebagaimana juga mesin yang harus diistirahatkan. Di dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air, dan sepertiga untuk udara.

    Mengenal nilai kenikmatan; dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi juga disuruh merasakan langsung betapa besar (sebenarnya) nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami. Dan pada saat berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya sebiji kurma atau seteguk air.

    Mengingat dan merasakan penderitaan orang lain; dengan puasa mendidik kita untuk mengingat dan merasakan penderitaan orang lain yang tidak memiliki kelebihan seperti kita. Dengan puasa, mengingatkan kita betapa sengsaranya orang-orang di bawah kita yang tidak memiliki apa-apa. Dengan mengingat dan merasakan penderitaan orang lain, menciptakan jiwa sosial di dalam diri kita, menciptakan jiwa ingin selalu berbagi, dan sebagainya.

    Subhanallah, Maha Besar Allah yang telah menyeru kita untuk berpuasa. Allah berfirman, “Dan berpuasa itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 184). Wallâhu a'lam bis shawâb.
    Category: Lenyepaneun | Added by: fajar (2009-09-29)
    Views: 1303 | Comments: 1 | Rating: 0.0/0
    Total comments: 0
    Name *:
    Email *:
    Code *: