Resensi : Mafatihu Tadriibul Quran wan Najah Fil HayahJudul Buku : Mafatihu Tadriibul Quran wan najjah fil Hayah - Resensi - Manggala Online - kpmjb official website
Saturday
2016-12-03
9:58 AM
Section categories
Analisa [3]
Arabiatuna [1]
Barakatak [2]
Cerpen [1]
Figura [2]
Lenyepaneun [1]
Lintas Budaya [4]
Paguyuban [10]
Resensi [4]
Salam Rumpaka [2]
Serial Kampus [3]
Sorotan Utama [1]
Keputrian [3]
Warta Kita [2]
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Search
Site friends
  • Create your own site
  • My site
    Main » Articles » Resensi

    Resensi : Mafatihu Tadriibul Quran wan Najah Fil HayahJudul Buku : Mafatihu Tadriibul Quran wan najjah fil Hayah
    Tersusunnya buku ini dilatarbelakangi oleh salah satu pertanyaan yang diajukan seorang mustami’ dalam suatu acara muhâdharah bersama DR. Khalid Ibn Abdul Karim, salah seorang dosen ilmu Al-Qur'an di Universitas Imam Muhammad Ibnu Suud Al-Islamiyyah yang menanyakan tentang "Bagaimana meraih keberhasilan hidup dengan Al-Qur'an”. Bagi DR. Khalid Ibnu Abdul Karim, ini merupakan suatu pertanyaan yang sangat besar sehingga membutuhkan jawaban yang sangat hati-hati dan penjabaran yang jelas dan menyeluruh. Karena menurut beliau, apabila pertanyaan ini dijawab dengan sederhana dan cepat dikhawatirkan akan menimbulkan rasa ketikpuasan terhadap Al-Qur’an. Karena memang sesungguhnya Al-Qur'an adalah kalâmullâh yang sebenar-benarnya sebagai pedoman hidup manusia di dunia dan akhirat.
        Buku ini termasuk buku yang sangat sistematis dalam penjelasannya karena setiap pembahasan atau permasalahannya dibahas per poin yang kemudian dijabarkan kembali secara rinci. Sehingga mudah dan cepat untuk dicerna. Kitab ini secara umum terdiri dari tiga bab besar: mukadimah, tamhîd atau isi pembahasan dan penutup.
        Dalam mukadimahnya, DR. Khalid Ibnu Abdul Karim Al-Lahim memaparkan tentang peranan penting Al-Qur'an bagi kehidupan manusia. Pun permasalahan-permasalahan yang berkait-kelindan dengan tata cara interaksi dengan Al-Qur'an agar Al-Qur'an benar-benar dapat menjadi sarana untuk mencapai keberhasilan hidup.
        Kami akan merangkum sebagian isi dari buku ini sebagai gambaran untuk para pembaca dengan mengambil salah satu poin, yaitu pada pembahasan "Mafâtihul ‘Asyarah.” Poin ini terdapat dalam bab mukadimah yang akan dijabarkan kembali dalam bab tamhîd atau isi dari kitab ini.
        DR. Khalid Ibnu Abdul Karim Al-Lahim menjelaskan bahwasanya ada sepuluh kunci men-tadabbur-i Al-Qur'an agar Al-Qur'an benar-benar bisa menjadi kunci untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan. Kesepuluh poin tersebut beliau kumpulkan menjadi sebuah kata "?????? ????"
        1. (?) yaitu "??" atau "???" (hati) di mana hati adalah salah satu alat untuk memahami dan mencintai, sehingga ia menjadi kunci pertama dalam men-tadabbur-i Al-Qur'an. Allah Swt. Berfirman dalam Al-Qur'an: ??? ????? ??? ?????? ???? ?? ??????. Ketika hati sudah merasa cinta terhadap Al-Qur'an maka ia akan merasa rindu terhadap Al-Qur'an dan merasa senang bila bersamanya.
        2. (?) yaitu????? ?? ????? , tujuan dan pentingnya membaca Al-Qur’an.
        3. (?)    yaitu????, hendaklah membaca Al-Qur'an ketika shalat.   
        4. (?) yaitu???, hendaklah membaca Al-Qur'an di waktu malam.    
        5. (?) yaitu?????, hendaklah membaca Al-Qur'an dan mengulanginya setiap minggu secara kontinyu.   
        6. (?) yaitu????, hendaklah tidak hanya membaca Al-Qur'an tetapi juga menghafalkannya di dalam hati.   
        7. (?) yaitu ????? hendaklah mengulangi ayat-ayat Al-Qur'an sehingga dapat memperdalam makna dan pemahaman terhadap Al-Qur'an.   
        8. (?) yaitu ??? (mengikat) sama halnya dengan menghafal namun lebih ditekankan kepada makna dan isi, bukan sekadar menghafal ayat-ayatnya tetapi juga makna yang terkandung dalam Al-Qur'an baik secara lafadz atau makna. Juga mengikatnya dengan amalan dari isi kandungan Al-Qur'an.   
        9. (?) yaitu ????? hendaklah membaca Al-Qur'an dengan tartîl sehingga tidak akan mengurangi kesalahan makna yang terkandung dalam Al-Qur'an.   
        10. (?) yaitu ???? hendaklah membaca Al-Qur'an dengan suara 'jahr', keras, dengan tujuan memperkaya Al-Qur'an dengan suara atau irama yang indah.
            Men-tadabbur-i Al-Qur'an dengan berinteraksi secara terus-menerus bukan hanya pada waktu-waktu tertentu, seperti ketika belajar secara formal atau hanya ketika di bulan Ramadan. Dengan kunci-kunci atau metode yang dikemukakan oleh DR. Khalid Ibnu Abdul Karim, bila dilaksanakan dengan serius tentunya kita akan mengetahui apa yang tersurat dan tersirat dalam Al-Qur'an sebagai kunci keberhasilan dalam hidup, karena Al-Qur'an sendiri adalah solusi dari semua permasalahan hidup yang ada.
            Dengan adanya buku ini diharapkan kita dapat senantiasa mencintai Al-Qur'an dan mampu melaksanakan apa yang terkandung di dalamnya secara menyeluruh sehingga kita dapat meraih kesuksesan hidup di dunia dan akhirat. Wallâhu a’lam.
     

    Category: Resensi | Added by: fajar (2010-01-28)
    Views: 423 | Comments: 1 | Rating: 0.0/0
    Total comments: 0
    Name *:
    Email *:
    Code *: