Wanita Modern ( Oleh: Pipit Siti Alawiyah ) - Keputrian - Manggala Online - kpmjb official website
Saturday
2016-12-03
9:58 AM
Section categories
Analisa [3]
Arabiatuna [1]
Barakatak [2]
Cerpen [1]
Figura [2]
Lenyepaneun [1]
Lintas Budaya [4]
Paguyuban [10]
Resensi [4]
Salam Rumpaka [2]
Serial Kampus [3]
Sorotan Utama [1]
Keputrian [3]
Warta Kita [2]
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Search
Site friends
  • Create your own site
  • My site
    Main » Articles » Keputrian

    Wanita Modern ( Oleh: Pipit Siti Alawiyah )

     

     

    Ekonomi merupakan kebutuhan baku dasar manusia yang tidak bisa dipungkiri, bahkan Al-Qur'an sendiri secara eksplisit memerintahkan kepada kita untuk bekerja, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an: "Apabila telah ditunaikan sembahyang maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung. (QS Al-Jumu'ah: 09)

     

    Pada zaman Rasulullah sendiri, istilah "wanita karier" sudah mulai bermunculan. Diantaranya "Siti Khadijah", beliau adalah seorang janda dermawan yang disunting oleh Rasulullah Saw. dan menginfakkan sebagian hartanya untuk kepentingan agama. Maka dari itu, tidak ada larangan bagi wanita untuk menjadi wanita modern (wanita karier-red.), akan tetapi yang harus ditekankan, ekonomi bukanlah tujuan hidup melainkan hanyalah sebuah sarana untuk menopang sisi-sisi kehidupan lainnya.

     

    Sisi-sisi kehidupan yang dimaksud diantaranya membentuk keluarga yang sakinah (Q.S. Ar-m [30] :21). Makna keluarga sendiri dalam agama merupakan sebuah tiang agama dalam kehidupan, karena keluarga itu sendiri merupakan sebuah komunitas. Islam sendiri menitikberatkan pada solidaritas dan kekompakan kolektif masyarakat, akan tetapi kekompakan tersebut tidak akan bisa didapat tanpa kekuatan dan kepedulian di dalamnya. Maka, disinilah peran ayah dan ibu sangat diperlukan.

     

    Untuk membangun keluarga sakinah, ada beberapa unsur pokok yang harus diperhatikan, diantaranya :

    ü  Pendidikan anak yang berkesinambungan; pada hakekatnya pendidikan yang utama adalah pendidikan non-formal (di rumah), khususnya pendidikan karakter. Maka dalam hal ini, seorang ibu berperan sebagai orangtua sekaligus guru.

    ü  Pengawasan tingkah laku anak di luar rumah; peranan ini sangat perlu dilakukan oleh orangtua, karena minimnya pengawasan orangtua akan berakibat fatal terhadap perkembangan dan masa depan anak.

     

    Menjadi wanita modern konvensional, dalam arti wanita karier, di rumah sangatlah mudah asal memiliki kecakapan yang khusus plus kemampuan. Namun sebaliknya, wanita modern non-konvensional yang berkantor di luar rumah sangatlah sulit, terutama bagi wanita yang cenderung exibitionist, tapi sangatlah mudah bagi wanita yang lebih mementingkan hasil kolektif.

     

    Dalam Islam yang ditekankan bukanlah memamerkan siapa yang banyak berperan tapi peran maksimal apa yang kita berikan.
    Category: Keputrian | Added by: fajar (2009-09-29)
    Views: 630 | Comments: 4 | Rating: 0.0/0
    Total comments: 0
    Name *:
    Email *:
    Code *: